Tiga Lokasi di Kabupaten Malang Ini Rawan Gempa, Alat Deteksi Bencana pun Disiagakan

Ilustrasi gempa bumi. Kabupaten Malang yang masuk wilayah potensi rawan gempa akhirnya memasang EWS di tiga titik (Ist)

MALANGTIMES – Beberapa wilayah di Kabupaten Malang memiliki tingkat kerawanan bencana gempa yang patut diwaspadai. Hal ini dikarenakan topografi Kabupaten Malang yang berupa pegunungan serta laut di wilayah selatan. 

Tercatat, dari data Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Karangkates, wilayah Malang Selatan kerap terekam rentetan gempa terbilang sering,  walaupun dalam skala kecil. Hal ini diperkuat dengan wilayah selatan Kabupaten Malang yang merupakan zona subduksi, yakni tempat terbentuknya deretan gunung berapi dan gempa bumi. 

Kondisi ini yang membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengantisipasi bahaya bencana gempa di wilayah selatan maupun lainnya yang berpotensi gempa. Melalui pemasangan tiga alat pendeteksi gempa yang disebut early warning system (EWS). 

“Kita pasang EWS di tiga titik pasca dua kali gempa bumi besar yang mengguncang Nusa Tenggara Barat dalam sepekan terakhir. Ini sebagai upaya kami untuk memberikan  peringatan dini kepada masyarakat soal beberapa bencana, salah satunya gempa bumi,” kata Bambang Istiawan Kepala BPBD Kabupaten Malang,  Selasa (7/8/2018). 

Tiga EWS tersebut dipasang di wilayah Ngantang, Poncokusumo dan Ampelgading. Pemilihan lokasi pemasangan EWS,  menurut Bambang dikarenakan di tiga lokasi ini yang terpetakan rawan gempa. “Jadi dua wilayah pegunungan yaitu di Ngantang dan Poncokusumo. Sedangkan wilayah pesisir selatannya di Ampelgading,” ujarnya. 

Tiga EWS yang telah dipasang BPBD,  tentunya masih kurang dengan luas wilayah yang masuk dalam peta rawan bencana di  Kabupaten Malang. Hal ini disadari pula oleh Bambang yang menyatakan,  saat ini peta bencana alam memang mengalami perubahan dari tahun-tahun lalu. 

“Bertahap,  ini kita akan usulkan lagi pengadaannya. Jadi kita pilih yang memang potensial saja dulu,” imbuh mantan Kasatpol PP Kabupaten Malang ini. 

Untuk menyikapi kekurangan EWS di beberapa wilayah potensi rawan bencana,  BPBD giat melakukan berbagai sosialisasi. Baik kepada masyarakat umum maupun di berbagai sekolahan yang ada. Dari jenjang sekolah dasar sampai menengah atas. 

Sehingga diharapkan,  walau belum terpasang EWS, masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi bencana alam. 

Musripan,  Kepala Stasiun Geofisika (Kasgeof) BMKG Karangkates,  menyampaikan imbauan terkait dengan semakin intensnya gempa bumi yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini. Terutama di wilayah selatan Kabupaten Malang sebagai  zona subduksi. 

“Tentunya kita mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada. Terutama jika gempa bumi di zona subduksi yang jaraknya 50-100 km dari bibir pantai. Ini gempa bumi yang paling ditakutkan,” ujarnya.