Kini Perangkat Xiaomi Non-Garansi Resmi Bisa Diperbaiki di Mi Service Center!

layanan perbaikan bagi perangkat xiaomi non-garansi resmi

Seperti yang kita ketahui bersama, perangkat Xiaomi di Indonesia selalu menyita perhatian masyarakat dengan mudah. Hal itu mendorong pihak tak bertanggung jawab untuk menyebarkan perangkat tidak resmi. Namun, kini ada layanan perbaikan bagi perangkat Xiaomi non-garansi resmi.

Pada Senin, 17 September 2018, saya dikejutkan dengan sebuah kabar yang menyebutkan adanya layanan perbaikan bagi perangkat Xiaomi non-garansi resmi. Hal itu menandakan, perusahaan yang digandrungi para Mi Fans tersebut tetap memberikan layanan perbaikan bagi perangkat Xiaomi non-garansi resmi.

Kabar itu sontak membuat orang-orang terdekat saya yang merupakan pengguna perangkat Xiaomi yang dilindungi garansi resmi merasa kesal. Hal itu disebabkan, layanan perbaikan bagi perangkat Xiaomi non-garansi resmi dirasa sama dengan yang resmi.

Kabar tersebut berawal dari tersebarnya sebuah foto surat yang berisi informasi mengenai kehadiran layanan perbaikan bagi perangkat Xiaomi non-garansi resmi di Whatsapp. Terlebih, surat tersebut terlihat resmi, dan dikeluarkan oleh Xiaomi. Berikut penampakannya.

layanan perbaikan bagi perangkat Xiaomi non-garansi resmi

Pada surat edaran yang nampaknya ditujukan pada Mi Exclusive Service Center tersebut ditegaskan jika Xiaomi akan memberikan layanan perbaikan bagi perangkat Xiaomi non-garansi resmi. Terdapat dua ruang lingkup layanan yang akan diberikan oleh mereka.

Pertama, Mi Exclusive Center akan memberikan layanan software upgrade yang berlaku untuk seluruh model ponsel Xiaomi yang dijual atau dipasarkan di Indonesia. Dengan begitu, layanan perbaikan bagi perangkat Xiaomi non-garansi resmi meliputi upgradae software.

Kedua, terdapat 16 perangkat yang akan mendapatkan layanan perbaikan hardware. Sayangnya, layanan tersebut diluar pergantian mesin utama atau mainboard. Soal mainboard, layanan tidak berlaku untuk pergantian mainboard.

16 perangkat Xiaomi yang menerima layanan perbaikan bagi perangkat Xiaomi non-garansi resmi adalah Redmi 1S, Redmi 2, Redmi 3, Redmi 3S, Redmi 4A, Redmi 4X, Redmi Note, Redmi Note 3, Redmi Note 4 (Qualcomm), Redmi 5A, Redmi Note 5, MiA1, Redmi 5, Redmi 5 Plus, Redmi Note 5, dan Redmi S2.

layanan perbaikan bagi perangkat Xiaomi non-garansi resmi

Xiaomi juga menegaskan, pemberian layanan perbaikan bagi perangkat Xiaomi non-garansi resmi berlaku di Mi Exclusive Service Center. Jasa untuk layanan perbaikan bagi perangkat Xiaomi non-garansi resmi pun tak gratis, karena akan dipungut biaya mulai dari Rp120 ribu hingga Rp150 ribu.

Xiaomi Membenarkan Kabar Tersebut

layanan perbaikan bagi perangkat Xiaomi non-garansi resmi

Saya pun tak langsung mempercayai kabar layanan perbaikan bagi perangkat Xiaomi non-garansi resmi yang tersebar itu. Lantas, saya langsung menghubungi pihak Xiaomi Indonesia. Namun, pihaknya pun membenarkan hal tersebut dengan sebuah alasan yang nampaknya tepat.

Menurut pihak Xiaomi, layanan perbaikan bagi perangkat Xiaomi non-garansi resmi tersebut muncul berdasarkan tujuan utama mereka. Hal itu juga bukan berarti pihaknya membiarkan peredaran perangkat non-garansi resmi.

“Di Xiaomi, pengalaman pengguna merupakan hal terpention dan utama bagi kami. Dari tahun ke tahun, kami telah bekerja sama dengan pemerintah, partner lokal, dan stakeholders lainnya untuk mendorong pembelian produk resmi Xiaomi yang juga turut didukung dengan pengalaman pengguna terbaik,” tutur perwakilan Xiaomi.

Sayangnya, usaha tersebut tak membuat pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk berhenti menjual produk yang tak resmi. “Terlepas dari usaha kami bersama, masih ada pihak-pihak tak bertanggung jawab yang menjual produk tidak resmi Xiaomi kepada konsumen, yang mana kami sebagai brand masih memiliki kewajiban untuk melayani,” jelasnya.

layanan perbaikan bagi perangkat xiaomi non-garansi resmi

Diakuinya, sejalan dengan tujuan Xiaomi, yaitu menjamin pengalaman pengguna terbaik, pihaknya tetap membantu layanan purna jual untuk produk tidak resmi, terbatas hanya untuk model yang resmi hadir di Indonesia.

Pun demikian, bukan berarti Xiaomi akan tinggal diam terkait masalah produk tak resmi. “Kami menanggapi masalah produk black market dengan sangat serius, dan kami akan terus bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk mengatasi masalah ini, sekaligus mendorong pengguna untuk hanya membeli produk resmi di partner resmi,” tutup perwakilan Xiaomi.

Jadi, dengan munculnya layanan perbaikan bagi perangkat Xiaomi non-garansi resmi ini bukan berarti Xiaomi membiarkan produk tidak resmi. Hanya saja, mereka tidak ingin pengguna yang sudah terlanjur membeli produk tak resmi kebingungan dalam mencari tempat service saat menemui masalah.

Bagaimana menurutmu?